Jelang Pemilu, Pemkot Bekali ASN dan Tim Desk Materi Intelijen
Gelaran Pemilu tinggal menghitung hari. Segala persiapan penyelenggaraannya terus dimatangkan, termasuk dalam hal tindak pencegahan gangguan keamanan. Oleh karena itu pemkot melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) mengadakan Dialog Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bertajuk Cegah Tangkal Dini dan Intelijen Menjelang Pemilu Serentak Tahun 2024. Acara yang melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tim Desk Pemilu itu dilaksanakan pada Senin (12/2) pagi di gedung Paseb
Dialog Forkopimda dengan ASN dan Tim Desk Pemilu Kota Probolinggo 2024
Gelaran
Pemilu tinggal menghitung hari. Segala persiapan penyelenggaraannya
terus dimatangkan, termasuk dalam hal tindak pencegahan gangguan
keamanan. Oleh karena itu pemkot melalui Badan Kesatuan Bangsa dan
Politik (Bakesbangpol) mengadakan Dialog Forum Koordinasi Pimpinan
Daerah (Forkopimda) bertajuk Cegah Tangkal Dini dan Intelijen Menjelang
Pemilu Serentak Tahun 2024. Acara yang melibatkan Aparatur Sipil Negara
(ASN) dan Tim Desk Pemilu itu dilaksanakan pada Senin (12/2) pagi di
gedung Paseban Sena.
Disampaikan
oleh Kepala Bakesbagpol Muhammad Sonhadji, dialog ini bertujuan untuk
melakukan upaya pencegahan melalui sistem peringatan dini guna merespon
secara cepat dalam menyelesaikan permasalahan pada Pemilu Tahun 2024.
Hadir
membuka dialog, Penjabat Wali Kota Nurkholis mengatakan bahwa materi
cegah tangkal dini dan intelijen yang dibawakan oleh Dandim 0820 ini,
makin melengkapi pengetahuan bagi ASN dan Tim Desk dalam pengaman pemilu
di lapangan nanti.
“Pak
Dandim itu kan pengalaman di bidang intelijen, itu lebih pada memberi
bekal kepada kami selaku aparat, kalau yang urusan penyelenggara pemilu
kan sudah kemarin-kemarin dari KPU, Bawaslu terus arahan dari kapolresta
dan sebagainya,” jelas Nurkholis.
Selanjutnya,
Nurkholis juga berpesan kepada warga Kota Probolinggo agar selama
jalannya pemilu tidak mudah terprovokasi dengan hasutan dan informasi
tidak jelas. “Jaga kondusifitas, Kota Probolinggo aman, masyarakat
jangan mudah terprovokasi oleh hasutan, oleh info-info yang tidak jelas
sehingga kita tetap guyub rukun sebagaimana pesan bu gubernur kemarin,”
pesannya.
Mengawali
paparan materi, Dandim 0820 Probolinggo Letkol Arm Heri Budiasto
mengajak peserta dialog untuk bersama-sama belajar intelijen dari sebuah
cuplikan film berjudul White House Down. Menurut Dandim, film
tersebut memberikan nilai penting tentang cara mengamankan personil dan
agenda, seperti dalam konteks pengamanan pemilu 14 Februari mendatang.
“Bagaimana kita mengamankan personil, bagaimana mengamankan kegiatan
kita, contohnya ke depan ada perhelatan atau pencoblosan di tanggal 14,
itu juga harus aman,” terang Dandim.
Dandim
juga menekankan pentingnya pengamanan terhadap pemberitaan. Ia
mengingatkan agar hasil perhitungan sementara di TPS tidak
disebarluaskan oleh orang yang tidak memiliki kewenangan. Hal ini untuk
menjaga akurasi informasi dan mencegah terjadinya kecurigaan di
masyarakat. “Misalnya setelah penghitungan nanti ada perolehan
perhitungan itu harus aman, artinya tidak boleh dibagikan atau asal
dikirim ke orang-orang tertentu, harus orang orang yang berkompeten,
nanti bisa menimbulkan kecurigaan,” pungkas Dandim.