Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih, Pemkot Probolinggo Siapkan 10.647 Bendera Sambut HUT RI
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo mencanangkan apel Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih di halaman depan Kantor Wali Kota Probolinggo, Jumat (31/7). Apel dipimpin Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin dan diikuti unsur TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan, organisasi kepemudaan, calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), serta dihadiri jajaran Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah.
Apel Pencangan Bendera Merah Putih Tahun 2026
PROBOLINGGO – Pemerintah Kota Probolinggo mencanangkan apel Gerakan
Pembagian Bendera Merah Putih di halaman depan Kantor Wali Kota
Probolinggo, Jumat (31/7). Apel dipimpin Wali Kota Probolinggo Dokter
Aminuddin dan diikuti unsur TNI, Polri, ASN, organisasi kemasyarakatan,
organisasi kepemudaan, calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka
(Paskibraka), serta dihadiri jajaran Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah.
Kegiatan diawali laporan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik
(Bakesbangpol) Kota Probolinggo, Muhammad Sonhadji. Ia menyampaikan
bahwa gerakan pembagian bendera merah putih bertujuan menumbuhkan rasa
cinta tanah air, memperkuat semangat nasionalisme, serta meningkatkan
partisipasi masyarakat dalam menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun
ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sonhadji menjelaskan, hingga pelaksanaan pencanangan telah terkumpul
sebanyak 10.647 bendera Merah Putih dan 480 tiang bendera. Seluruhnya
merupakan hasil partisipasi ASN Pemerintah Kota Probolinggo, pelaku
usaha, perbankan, partai politik, serta berbagai elemen masyarakat yang
akan didistribusikan kepada warga.
Sementara itu, dalam amanatnya, Wali Kota Dokter Aminuddin menegaskan
bahwa bendera Merah Putih bukan sekadar selembar kain yang berkibar,
melainkan simbol perjuangan, persatuan, dan kecintaan terhadap bangsa.
"Melalui gerakan ini, kita mengajak seluruh masyarakat menjadikan
Agustus 2026 sebagai momentum untuk menunjukkan rasa cinta tanah air,
penghormatan kepada jasa para pahlawan, sekaligus komitmen menjaga
persatuan bangsa," ujarnya.
Pria yang hobi olahraga ini juga menekankan pentingnya sinergi
seluruh elemen masyarakat, mulai dari organisasi kemasyarakatan,
organisasi kepemudaan, calon Paskibraka hingga masyarakat umum dalam
membangun karakter bangsa yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila.
Menurutnya, gerakan pembagian bendera Merah Putih tidak boleh
berhenti sebatas pembagian simbol semata, tetapi harus mampu menumbuhkan
semangat gotong royong, toleransi, persaudaraan, serta kepedulian
sosial di tengah masyarakat.
Wali kota mengajak seluruh masyarakat menyukseskan gerakan tersebut
dengan mengibarkan bendera Merah Putih secara serentak di rumah, kantor,
maupun lingkungan masing-masing selama bulan Agustus.
Dokter Aminuddin juga mengungkapkan telah menginstruksikan lebih dari
5.000 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota
Probolinggo untuk menjadi teladan dengan memasang bendera Merah Putih di
lingkungan tempat tinggal maupun tempat kerja.
"Kita pernah mendapatkan apresiasi dari pemerintah pusat karena
semangat masyarakat Kota Probolinggo dalam menyemarakkan Hari
Kemerdekaan melalui pengibaran ribuan bendera Merah Putih. Semangat ini
harus terus kita tingkatkan," katanya.
Selain mengibarkan bendera, ia juga diimbau ASN dan masyarakat
mempercantik lingkungan dengan memasang dekorasi dan lampu hias
bernuansa merah putih sebagai bentuk partisipasi menyambut Hari
Kemerdekaan Republik Indonesia. (sit/fa)
sumber:https://probolinggokota.go.id