Agenda Rutin Rakor Tim Penangan Konflik Sosial (PKS) Bulan Mei, Bahas Penanganan Covid-19 pasca libur Idul Fitri 1442 H
Bakesbangpol – Agenda rutin bulanan Rapat Koordinasi Penanganan Konflik Sosial kembali digelar dengan dihadiri Wali Kota Probolinggo, Selasa (25/5) pagi di Ruang Command Center, Kantor Wali Kota Probolinggo. Topik utama dalam rapat ini adalah penanganan Covid-19 pasca libur Idul Fitri 1442 H di Kota Probolinggo.
Bakesbangpol – Agenda rutin bulanan Rapat Koordinasi
Penanganan Konflik Sosial kembali digelar dengan dihadiri Wali Kota
Probolinggo, Selasa (25/5) pagi di Ruang Command Center, Kantor Wali
Kota Probolinggo. Topik utama dalam rapat ini adalah penanganan Covid-19
pasca libur Idul Fitri 1442 H di Kota Probolinggo.
Membuka rapat, Wali Kota Habib Hadi menyampaikan apresiasi terhadap
seluruh elemen yang telah menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat
selama libur Idul Fitri 1442 di tengah pandemi Covid 19.
“Alhamdulillah Idul Firi 1442 H tahun 2021 telah kita lalui bersama
dengan aman dan lancar berkat kesigapan aparat keamanan baik dari Poles
Probolinggo Kota, Kodim 0820, Satpol PP, Dishub dan dibantu elemen
masyarakat lainnya. Untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar
besarnya,” jelas Wali Kota Habib Hadi.
Meskipun libur lebaran tahun 2021 kemarin Pemerintah telah menerapkan
peniadaan mudik dan pengetatan persyaratan perjalanan, namun masih
banyak masyarakat yang masih nekat bepergian, sehingga wali kota
berpesan kepada Dinkes P2KB untuk waspada terhadap kenaikan kasus
Covid-19 di Kota Probolinggo.
“Saya minta kepada Dinas Kesehatan pada 10 hari hingga 14 hari
liburan berakhir mudah mudahan tidak ada lonjakan dan tentunya apabila
melihat segera dilakukan langkah-langkah sesuai dengan aturan yang ada,”
pinta Habib Hadi.
Program vaksinasi Covid-19 juga tidak lepas dari pembahasan rapat
koordinasi pagi ini. Khususnya bagi lansia, wali kota menilai tingkat
partisipasi vaksinasi masih rendah, karena adanya opini negatif yang
berkembang di masyarakat.
“Mungkin karena ketakutan atau opini-opini yang dikembangkan di luar
seakan-akan vaksin ini yang menyebabkan terkena virus, ini yang masih
berkembang di masyarakat,” ungkap Habib Hadi. Per tanggal 24 Mei 2021,
total 3250 lansia Kota Probolinggo atau 22% telah mengikuti vaksinasi
Covid-19 tahap 1 dan tahap 2.
Sementara itu, Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Muhamad Khoiril
mengajak seluruh peserta rapat koordinasi ini untuk bersama-sama
menyosialisasikan dan memantau penerapan Surat Edaran Wali Kota
Probolinggo tentang pencegahan penyebaran Covid-19, khususnya di
tempat-tempat usaha.
“Harapannya nanti tiap malam minggu rekan-rekan dari Satpol PP
membawa SE tersebut dikasihkan, ditempel pada cafe tersebut jadi minggu
depannya tidak ada alasan tidak tahu,” terangnya. Hal tersebut langsung
direspon oleh Wali Kota Probolinggo dengan memerintahkan Satpol PP,
DKUPP serta Camat untuk turun memantau ke masyarakat.
Agenda yang berlangsung satu jam ini dihadiri Sekda Kota Probolinggo
drg. Ninik Ira Wibawati, perwakilan dari Forkopimda Kota Probolinggo,
para asisten, dan diikuti secara daring oleh pimpinan perangkat daerah,
camat dan lurah di lingkungan Kota Probolinggo.